daftar film terbaru
Minggu, 08 Maret 2015
Kamis, 05 Maret 2015
Kali pertama, sang ibu mendatangi anak kedua. Saat itu, ia baru tahu, mengapa anak keduanya
kerap mengeluh di surat yang selalu dikirimnya. Dia hidup miskin, tubuhnya kurus kering. Ia pun
bertanya, “Anakku, mengapa kamu bisa mengalami kondisi seperti ini?” tanyanya.
“Ibu… saya hanya menjalankan pesan ayah.” Jawabnya. “Yaitu, jangan pernah menagih
piutang dan jangan sampai terbakar matahari. Pesan pertama saya laksanakan! Setiap ada
yang berutang, saya tak pernah menagihnya kecuali mereka sendiri yang membayar. Dan, itu
membuat banyak orang yang berutang malah tak pernah membayar. Yang kedua, karena tak
boleh terbakar sinar matahari, ketika sedang ada uang, saya gunakan semuanya untuk membeli
mobil sendiri. Akibatnya, saat ini uang saya tidak pernah cukup,” sebut si anak kedua memelas.
Si ibu yang kasihan, lantas meminta si anak kedua ikut kembali tinggal bersamanya. Namun,
sebelum itu, ia ingin menemui anak pertamanya. Ternyata, dia hidup sukses dan bahagiaApa yang membuat kondisi anak pertama sangat berbeda dengan anak kedua? Si anak pertama pun menjawab, “Ibu, saya hanya menjalankan pesan yang diberikan ayah dulu. Waktu itu, ayah meminta saya tidak boleh menagih piutang. Maka, saya pun berusaha semaksimal mungkin tidak pernah membiarkan orang berutang. Untuk setiap barang yang saya jual, saya wajibkan untuk bayar di awal. Kemudian untuk mematuhi pesan kedua, saya selalu pergi pagi-pagi sekali dan baru pulang saat sudah malam. Saya pun bisa memaksimalkan waktu untuk bisa mencapai hasil hingga seperti sekarang.”
Sang ibu mengangguk-angguk perlahan. Rupanya dua anak kembar itu punya perbedaan cara pandang dalam menerima pesan sang ayah, yang belum sempat dijelaskan. Perbedaan itulah yang membuat mereka punya nasib yang berbeda
Langganan:
Postingan (Atom)